top of page

Jadi WO Wedding Best Friend di Belitung



Hello Creations!


Kali ini saya mau cerita pengalaman beberapa tahun lalu, sudah cukup lama tapi tetap berkesan.


Seperti judulnya Jadi WO Best Friend Wedding di Belitung, kali ini aku mau cerita mengenai pengalaman aku saat menjadi bagian sebagai Wedding Organizer lead sahabatku dan kebetulan diadakan di Belitung. I was so happy back then, karena memang aku belum pernah liburan ke Belitung sebelumnya.


Ide wedding sahabatku ini adalah private/intimate wedding jadi dia hanya mengundang keluarga dekat dan sahabatnya saja, kalau di total tamunya kurang dari 50 orang.


Oke! aku ga akan cerita tentang rundown acara weddingnya, tapi tentang pengalaman aku traveling ke sana sampai extend dan pulang ke Jakarta.


Tepatnya di tahun 2020 bulan Oktober.

Seperti yang kita tau bersama kalau saat itu adalah masa-masa Covid 19. Saat itu saya lagi ada di Manado, karena kantor memang mengizinkan karyawan untuk pulang kampung dan Work From Home. Namun, namun ada saat dimana penerbangan sempat dibuka dengan persyaratan tes antigen.


Karena judul perjalanan kali ini adalah untuk bekerja, saya pun tidak terlalu banyak mengambil foto serta HP saya waktu itu sedang rusak.


Manado ke Jakarta

Untuk dapat ke belitung dari Manado, tentunya aku harus transit Jakarta, karena tidak ada direct flight. Aku berangkat menggunakan Garuda Indonesia yang saat itu menggunakan pesawat tipe Airbus A330 yang mana sebelum-sebelumnya untuk rute MDC-CGK itu menggunakan Boeing 737. Aku senang banget naik pesawat besar karena memang aku punya anxiety naik pesawat.


Transit Jakarta

Sebelum besok paginya berangkat ke Belitung, aku memutuskan untuk menginap di hotel kapsul bandara saja, karena kalau harus pulang dulu ke kosan, biaya toll sama mahalnya dengan booking kamar di hotel kapsul.


Di Terminal 3 bandara Soekarno-Hatta ada kapsul hotel yang bisa kalian temukan di area paling ujung sebelah kanan tepatnya Lift bagian dalam dekat Gate terakhir.



Jakarta ke Belitung

Di subuh harinya, saya sudah siap-siap karena ada beberapa sahabat yang udah janjian untuk berangkat bareng. Setelah ketemuan sama beberapa sahabatku termasuk pengantin, Kami pun berangkat ke Belitung dengan pesawat Citilink. Seperti biasa, saya akan selalu merasakan Anxiety & Panic Attack yang saya sulit kendalikan. Tapi Puji Tuhan kami tiba dengan selamat.



Tiba di Belitung

Acara pernikahannya diadakan di salah satu resort yang cukup jauh dari pusat kota yaitu Arumdalu Resort Belitung.


H-1 kami hanya berkunjung untuk melihat lokasi namun kembali ke pusat kota untuk menginap.


Keesokan harinya kami pun melakukan perjalanan ke Arumdalu Resort Belitung.

Tempatnya sangat indah!! Ga ada kata-kata lain yang bisa menggambarkan tempat tersebut selain indah



Arumdalu Resort Belitung (D-Day Wedding)

Nikahan sahabat saya termasuk simple dan intimate karena dia menyewa seluruh resort dan tamu yang datang kurang dari 50 orang.


Karena pemberkatan sudah diadakan seminggu sebelumnya di Jakarta, jadi persiapan pengantin pun cukup singkat.


Pada saat ada di Arumdalu ini saya sangat jarang mengambil foto, dengan alasan karena saat itu saya datang untuk bekerja dan saya lupa membawa kamera ditambah HP saya yang adalah HP jadul, kualitas fotonya kurang bagus.


Saat acara kami hanya ada 3 orang yang bertugas sebagai WO dan saya adalah leadernya.

Sepanjang acara, saya bertugas juga sebagai MC dan WL (worship leader) sekaligus.






Acara pinggir pantai dengan kombinasi warna emerald green bikin gagal move on dari tempat ini. Sayangnya pada hari itu cuacanya tidak cerah seperti hari kemarinnya.






Tapi justru dengan cuaca mendung menambah keindahan dari acaranya, karena saat itu saya yang menjadi MC sekaligus penyanyi yang menyanyikan lagu entrance "When God Made You" untuk mempelai, merasa cuaca mendung sangat cocok dengan lagunya.




Setelah prosesi sore pinggir pantai, karena akhirnya hujan pun datang, kami pun memutuskan untuk pindah ke dalam ruangan untuk makan malam.





Sheraton Belitung (H+1 Wedding)

Setelah wedding yang menyenangkan kemarin, saya menghabiskan waktu untuk bersantai sebelum saya akan pindah ke hotel lain bersama 2 orang teman saya untuk nambah liburannya.



Kami sudah berencana sebelumnya untuk extend di hotel yang baru banget buka (pada saat itu) yaitu Sheraton Belitung Resort.


Sungguh merupakan hidup yang penuh berkat, setelah kami berpisah dengan pengantin baru sahabat saya dan keluarganya. Kami melakukan perjalanan di jalan tak berujung Belitung.


Tibalah kami di daerah yang penuh ilalang tinggi


"ini beneran jalan ke hotel?"


Kami bertiga cukup bingung


"bener kok, sesuai maps, kata bapak drivernya"


Akhirnya, di ujung jalan terdapat plang yang bertuliskan Sheraton Hotel.


Di sore hari yang cerah itu saya melihat bangunan dengan material alami dan masih berbau cat. Ya, karena memang mereka masih dalam tahap pembangunan.


Di lobby kami disambut oleh staff yang berbahasa Inggris Singapore. Asumsi saya beliau adalah manager operasionalnya.


Lobbynya berbentuk segitiga




Pada saat diantar ke kamar hotel, kami mendapatkan kamar dengan view bangunan yang masih dalam tahap pembangunan.


Malam harinya kami mengalami pengalaman diserang oleh beberapa hewan TomCat.

Saya bersyukur karena punya teman yang cukup speak up dan bisa banget dijadiin teman tukang komplen.


Setelah dia telepon resepsionis dan sedikit marah-marah, kami dipindah ke kamar dengan view pantai.


Wow bangeeett bukaann...



Sheraton Belitung (H+2 Wedding)



View di pagi hari sangat indaaaahhhh... Keren pake banget..

Danau warna hijau didepan kamar, tentunya adalah danau buatan, tapi sangat nyaman di mata karena banyak warna hijaunya.


Tentunya dengan tipe hotel yang ada kolam dan pantai, saya kudu harus dan mesti banget untuk main di pantai dan berenang di kolam.


Sayang sekali saya tidak sempat foto makanan dari restoran saat breakfast.

Karena memang pada saat itu dalam kondisi Covid-19 dan hotelnya termasuk baru, makanan yang disajikan pada pagi hari sangat terbatas, karena yang menginap sangat sedikit. Yang makan di pagi hari bersama kami terlihat hanya ada 3 - 4 grup orang alias 4 meja saja yang terisi.


Bahkan pantai dan kolam pun hanya kami yang berenang dan bermain.


Sebelum kami berenang di kolam, kami sempat menikmati pinggir pantai dengan air laut yang tenang berwarna turquoise green.


Pertanyaannya kenapa ga sekalian berenang di pantainya??


Ya, saat itu saya dan teman-teman juga pengen banget, tapiii ada peringatan dari hotel dan orang-orang setempat kalau saat ini sedang ada buaya laut yang berkeliaran di sekitaran pantai-pantai belitung, termasuk di area hotel Sheraton.


Makanya kami hanya punya nyali bermain di pinggir, bahkan sangat pinggir.



Posisi kolam berenang tidak infiniti ke laut karena masih ada tanaman-tanaman pinggir pantai yang membatasi.



Sehabis berenang kami hanya bersantai di kamar sambil menunggu untuk checkout.



Saya cukup menyesal karena saat itu tidak membawa kamera dan tidak mendokumentasikan setiap sudut dari hotel dan kamar hotel.


Tapi terkait bagaimana desain interior dan fasilitas kamar, saya cuma bisa bilang, cukup umum, yang membedakan adalah posisi tempat tidur yang langsung menghadap ke pintu balkon dan posisi bathub yang ada di luar alias di balkon.





Akhir ceritaku, aku cuma sangat bersyukur karena disaat-saat masa Covid, saya masih sempat liburan meskipun hitungannya itu adalah pekerjaan.





Tapi tolong dicatat, bahwa pada saat Covid, sebelum masuk ke masa Covid Delta, ada masa penerbagan dibuka kembali dengan mengikuti ketentuan yang ada, dan juga sahabat saya yang mengadakan nikahan mem-booking seluruh Arumdalu Resort hanya untuk acaranya, jadi saat itu tidak ada tamu lain selain kenalan dari sahabatku.



Terima kasih sudah membaca cerita pendek pengalaman saya Jadi WO Wedding Best Friend di Belitung. Meskipun sangat singkat, tapi moment itu sangat berarti buat saya.



 
 
 

Comments


Comments

Share Your ThoughtsBe the first to write a comment.
bottom of page